Ndudah

My new song from the documentary film “Ndudah by Senior Indonesian artist FX Harsono for his solo exhibition www.imanfattah.com

3829731317_1067b8fd5b

New blog entry

New blog entry : “You are what you tweet”. read it at www.imanfattah.com

May Day – The Beginning

Bagi beberapa orang yang sudah mendengarkan lagu May Day dari Tika & The Dissidents, saya ingin bercerita sedikit tentang proses rekaman lagu ini.

Waktu itu, band The Dissidents baru saja terbentuk. Masa-masa itu bisa dibilang agak sulit bagi band The Dissidents karena proses penyatuan visi bermusik diantara sesama personilnya dengan Tika…Juga saya sebagai producer dan music director. posisi gitar saat itu masih dipegang oleh Nobon, dan entah kenapa Nobon saat itu sedang tidak bisa mengikuti latihan. jadi saya menggantikan Nobon sementara.

ketika itu, saya iseng memainkan chord D minor pada gitar, yang lalu diikuti oleh Tika yang bersenandung. tanpa disadari, semua personil bermain secara spontan yang kemudian oleh Tika dimasukan yell “oi, oi, oi” yang fenomenal itu.

Terjadilah lagu May Day.


Berkat lagu itu juga, chemistry band yang belum lama terbentuk itu berhasil menemukan arahnya.

Lalu tiba saat untuk merekam lagu itu untuk sebuah kompilasi (saya lupa kompilasi apa…). Rekaman May Day juga dimaksudkan untuk mencari pola dan percobaan untuk sesi rekaman album kedua Tika nanti dengan band The Dissidents. Rekaman dilakukan di studio Organic milik Widi dari Malique N D’ Essentials yang berhasil membuat kita semua tergiur oleh koleksi analog synthesizer yang vintage itu.

Niat kita rekaman hanya 2 shift (1 hari) mundur menjadi 4 shift (2 hari) dan dilanjutkan pada minggu berikutnya karena kendala teknis sedikit. sesi rekaman instrument yaitu drum, bass, gitar dan piano berlangsung singkat dan padat. Sepertinya mood semua player saat itu sangat bagus sehingga bisa diselesaikan dengan cepat.


Lalu tibalah bagian yang seru yaitu vokal dan yell “oi, oi, oi!” yang fenomenal. Kita semua masuk ke dalam studio beramai-ramai. Lucunya, ada seorang Dirigen dadakan yang melakukan guide kita. Orang itu adalah Ario dari 21st night yang kebetulan sedang rekaman disana juga dan merupakan saudara sepupu Tika. Dirigen tersebut berfungsi sebagai guide untuk tempo, tetapi tetap saja kita semua tidak ada yang mengikuti dia, hehehe.

Sedikit catatan mengenai sound, pada bagian pelan ditengah lagu, ada sedikit suara delay gitar saya yang saya biarkan loop sepanjang bagian pelan. Itu semua dilakukan secara manual dengan hanya 1 take. Synthesizer Minimoog dimainkan oleh saya dan Widi secara bergantian. Ternyata dibalik style jazz dan soul widi, ada hasrat experimen juga dia, hehehe.


Itulah kenapa menurut saya, lagu May Day adalah cikal bakal sesi rekaman album The Headless Songstress yang panjang dan rumit serta banyak sekali cobaan…And i’m happy we get through this together with the band.

Labours of the world unite…!

RUU Perfilman memasung kreativitas dan menambah pengangguran di Indonesia?

Diambil dari Blog sebelah, inilah hasil pemikiran dan keberatan para Masyarakat Film indonesia mengenai Rancangan Undang-Undang Perfilman yang baru :

Naskah RUU Perfilman Inisiatif DPR RI 2004-2009, Apa Masalahnya?

August 29, 2009 in Artikel | by masyarakatfilmindonesia

RUU Perfilman yang sedang buru-buru disosialisasikan DPR RI saat ini tidak menunjukkan semangat pengembangan industri dan perlindungan pada hak atas pendidikan dan warisan budaya film. Kalau disahkan, berarti kelangsungan film Indonesia dan para pekerjanya dikontrol ketat.

Di bawah ini beberapa contoh pasal-pasal yang bermasalah:

1. Ada pembatasan hak kebebasan berkreasi dengan larangan atas isi film tertentu. (Pasal 6)

2. Semua kegiatan film harus mengutamakan film Indonesia. Aturan bisa membuat industri film Indonesia menghasilkan produk yang kualitasnya tidak kompetitif. Penonton Indonesia dibatasi haknya untuk menonton film-film bermutu dan penting untuk sinema dunia. Ini sama sekali tidak menunjukkan penghargaan untuk keragaman budaya sinema dunia. Tanpa ada aturan seperti ini, secara alami film Indonesia yang kualitasnya baik sudah mulai unggul di pasar domestik dan forum internasional. (Pasal 10)

3. Produser dibatasi haknya untuk menentukan kebutuhan SDM dan teknologi yang sesuai dengan kebutuhan karyanya. ini adalah pemaksaan yang tidak perlu. Aturan ini tidak mendorong peningkatan kualitas SDM perfilman Indonesia untuk menjadi kompetitif. (Pasal 11)

4. Pembuatan film harus didahului pendaftaran judul, isi cerita dan rencana produksi. Ini aturan birokrasi yang tidak perlu! Alasannya supaya Menteri bisa menjaga supaya tidak ada judul film atau isi cerita kembar. (Pasal 18)

5. Festival film dan kegiatan apresiasi film non-profit lainnya tidak boleh dilaksanakan dalam bioskop. Berarti festival-festival atau kegiatan apresiasi lainnya harus mengungsi ke mana? (Pasal 31)

6. Sama sekali tidak menyebutkan kewajiban pemerintah untuk memelihara arsip film/warisan budaya film Indonesia. Padalah persoalan arsip sangat mendesak karena kondisinya menurun sangat cepat kalau tidak diberi perhatian khusus. UNESCO bahkan sudah membuat Konvensi tentang kewajiban negara membantu arsip film. (Pasal 39, Pasal 52-53)

7. Perlindungan hak cipta/hak intelektual pembuat film belum dijamin. (Pasal 48)

8. Pasal-pasal tentang sensor sudah tidak mewajibkan tanda lulus sensor film yang akan diekspor, tidak lagi mengubah karya dengan gunting sensor dan mengutamakan prinsip dialog dengan pembuat film. Mengingat kembali argumen Menteri Jero Wacik di Mahkamah Konstitusi bahwa penonton Indonesia masih kurang memahami film dan karena itu Indonesia masih perlu menerapkan kebijakan sensor, kenapa pasal-pasal tentang LSF tidak mencantumkan kewajiban lembaga sensor untuk memfasilitasi pendidikan penonton? (Pasal 54-61)

9. Pekerja film (di RUU ini disebut ‘insan perfilman’ – Pasal 21) wajib punya sertifikat kompetensi dari organisasi profesi, lembaga sertifikasi profesi, dan/atau perguruan tinggi. Sementara di Indonesia baru ada 1 sekolah film dan beberapa inisiatif pendidikan non-formal. RUU ini juga tidak menyebutkan bahwa negara menjamin hak pekerja film untuk mendapatkan pendidikan. Bagaimana mungkin pasal ini diterapkan? Mungkinkah ini berarti pekerja film yang tidak pernah sekolah film tidak boleh bekerja lagi? (Pasal 68)

10. Sanksi bagi Pelanggaran, pasal-pasal yang paling seram dalam RUU ini! (Pasal 72-77)

Point penting menurut saya :

1. Sensor sudah dilakukan bahkan sebelum filmnya dibuat apabila tidak disetujui oleh pemerintah

2. Pada poin #9 (pasal 68), Itu dampaknya sangat besar mengingat di Indonesia para insan perfilman mayoritas berangkat dari otodidak dan pengalaman karena minimnya pendidikan formal di bidang film. Lalu bagaimana nasib para pekerja music scorer dan music producer otodidak seperti saya ini? apakah ini artinya saya DILARANG MEMBUAT SCORING FILM LAGI?

Please spread the word, thank you.

Download disini

*Diambil dari http://masyarakatfilmindonesia.wordpress.com/2009/08/29/naskah-ruu-perfilman-inisiatif-dpr-ri-2004-2009-apa-masalahnya/#comment-630

Waiting For 2:00

Taken from Frozen Love Songs by Tika, Now available to download for free at my website www.imanfattah.com.

Also, be sure to check out www.suaratika.com to download the rest of the songs from Frozen Love Songs for free.

Thank you.

Freelancing Tips

chuck-carlton-invisible-man-in-suit-and-tie

You can find my new writing about Freelancing tips at my website www.imanfattah.com

Email from Ableton Live

Anyone interested?

ableton_live6_logo

=======================================================================

“Dear Iman  Fattah,

OK, this is the last e-mail we’re going to send you about the Summer of Sampler, but it really is the last chance to upgrade your Live Lite to Ableton Live 8 and get Sampler, worth EUR 99/USD 129, for free. All the details are here:

http://www.ableton.com/nl359-summer-of-sampler

Watch the “Making sounds with Sampler” movie, download the free Samplification Live Pack (which is excellent, by the way), but most importantly: upgrade before August 31st. Because September isn’t summer anymore, and no summer means no free Sampler.

(Terms and conditions: This offer is valid for purchases of Ableton Live 8. It is also valid for upgrades to Ableton Live 8 from versions of Ableton Live Lite and Ableton Live LE. It is not valid for educational and not-for-resale products, or for upgrades from older full versions of Ableton Live. Purchases or upgrades must be made between July 1 and August 31, 2009.)

We hope this summer has been good to you.

Best wishes from Berlin,
The Ableton Team

We want your feedback! If you have any questions or comments, please write to: contact@ableton.com
- – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – - – -

Ableton AG, Schoenhauser Allee 6-7, 10119 Berlin, Germany
Sitz (Registered Office): Berlin, Amtsgericht Berlin-Charlottenburg, HRB 72838
Vorstand (Management Board): Gerhard Behles, Jan Bohl, Bernd Roggendorf
Vorsitzender des Aufsichtsrats (Chair of Supervisory Board): Uwe Struck

The most important thing to learn to be successful in music is…marketing?

you can find it in my website www.imanfattah.com

cheers.

The Times They are A-changin’

“The Times They Are A-Changin’”

Come gather ’round people
Wherever you roam
And admit that the waters
Around you have grown
And accept it that soon
You’ll be drenched to the bone
If your time to you
Is worth savin’
Then you better start swimmin’
Or you’ll sink like a stone
For the times they are a-changin’.

Come writers and critics
Who prophesize with your pen
And keep your eyes wide
The chance won’t come again
And don’t speak too soon
For the wheel’s still in spin
And there’s no tellin’ who
That it’s namin’
For the loser now
Will be later to win
For the times they are a-changin’.

Come senators, congressmen
Please heed the call
Don’t stand in the doorway
Don’t block up the hall
For he that gets hurt
Will be he who has stalled
There’s a battle outside
And it is ragin’
It’ll soon shake your windows
And rattle your walls
For the times they are a-changin’.

Come mothers and fathers
Throughout the land
And don’t criticize
What you can’t understand
Your sons and your daughters
Are beyond your command
Your old road is
Rapidly agin’
Please get out of the new one
If you can’t lend your hand
For the times they are a-changin’.

The line it is drawn
The curse it is cast
The slow one now
Will later be fast
As the present now
Will later be past
The order is
Rapidly fadin’
And the first one now
Will later be last
For the times they are a-changin’.

-Bob Dylan-

Been listening to this song over and over again, forcing myself to believe this sentence : For the loser now Will be later to win For the times they are a-changin’.

Yes, i just have to keep on believing…

Download my solo projects for free

I decided not to make a solo album,

..Instead, i’m just gonna give it for free from now on.

Check out my website www.imanfattah.com