>
Ok, karena banyaknya pertanyaan ke saya mengenai teknis rekaman Zeke and the popo – Space in the headlines, terutama bagi mereka yang sudah mendengarkan album kita (saya ucapkan terima kasih sebesar-besarnya), maka dari itu, disini akan saya jelaskan sedikit mengenai experimen kita di album ini. Tanpa bermaksud menggurui atau gimana, saya hanya mencoba untuk mencari dan mendapatkan sound yang saya inginkan, dan mudah-mudahan dengan tulisan ini cukup memberikan gambaran. Here goes…
Prof. komodo
Intro lagu ini diisi oleh bass yang dipukul oleh yudi dan terdengar seperti gemuruh hujan. Saya memukul senar piano yang terbuka dan di lagu ini, piano juga saya yang memainkannya. Drum diisi oleh Leo, juga gitar dan semua feedback-nya. Zeke mengisi rhythm gitar, akustik gitar dan juga sound yang diambil dari game computer jaman dulu. Merupakan ide brilian mas Rio (ex-sound engineer dan operator zatpp) agar zeke memasukan 2 vokal sekaligus yang di pan kanan & kiri dan sedikit di-delay agar ada kesan “Flanging” (tehnik ini digunakan oleh john lennon pada rekaman the beatles). Mas rio juga yang memainkan harmonica. Pada bagian akhir lagu, saya bermain piano ala-kadarnya dan memasukan sound kaoss pad untuk lebih memberikan nuansa “chaos” di ujung lagu ini.
Hope killer
Drum lagu ini kembali dimainkan oleh Leo, dia juga mengisi rhythm gitar dan feedback. Zeke bermain piano dan bernyanyi. Bass yudi yang menjadi tulang punggung dan membentuk lagu ini dari mulai intro sampai bagian akhir lagu yang mengharuskan dia menjaga tempo lagu meskipun drum Leo bermain free style dan off-beat. Saya bermain gitar, pada lagu ini, hampir semua efek di pedal board saya nyala dan berfungsi. mungkin lagu ini terdengar simple isian gitar dan sound saya tetapi kalau diperhatikan sebetulnya sangat ribet. Bagian akhir lagu ini, yang sangat panjang, saya bermain gitar dengan E-bow yang saya dekatkan ke pick-up neck, memakai efek chorus dan phaser serta masuk ke speaker leslie yang lalu di pan di kiri. Tidak terdengar seperti suara gitar dan sepertinya…tipuan saya berhasil…hehehuhuehu.
Unrescued world
Di lagu lama yang kita re-make ini, zeke bermain piano dan bernyanyi, yang mengisi drum adalah Amir (drummer zatpp original yang resign). Leo tidak mengisi apa-apa dilagu ini. Yudi bermain bass. Pada Terompet diisi oleh Indra Aziz dengan isian maut yang sangat “jazz”. Aziz memberikan kejutan dengan mengambil nada major di chord minor pada bagian akhir lagu…brilliant. Saya bermain nylon akustik gitar dan elektrik gitar pada pertengahan lagu. Saya memakai Gibson ES-150 hollow body dengan sedikit delay & reverb masuk ke ampli fender twin reverb…the result is heaven…
First act gun
Leo bermain drum dan juga memainkan suara perkusif dari stik drum yang dipukul ke lantai kayu untuk mengisi rhythm lagu ini. Leo juga bermain gitar yang dipetik sehingga terdengar seperti suara biola yang pizzicato. Yudi bermain bass, zeke bermain piano. Saya bermain Hammond organ yang saya set supaya tidak terdengar seperti Hammond tetapi malah seperti mainan anak-anak layaknya di sirkus. Setting draw-bar Hammond saya seperti ini : 8, 4, 8, 0, 0, 0, 4, 0, lalu saya tambahkan sedikit chorus. Saya juga mengisi E-bow gitar untuk mengambil kesan misteri di beberapa bagian.
Mighty love
Kecuali yudi yang tetap memainkan bass elektrik, semua departemen gitar memakai gitar akustik di lagu re-make ini. Leo bernyanyi dan gitar, zeke juga bernyanyi di verse kedua dan juga bermain gitar. Saya juga bermain gitar. Drum diisi oleh Leo, terompet diisi oleh Indra Aziz.
Menu
Personally, saya memberikan kredit dan ingin berterima kasih yang sebesar-besarnya kepada Mas Addie. MS yang membantu rekaman string lagu ini dengan tanpa pamrih dan bersedia berdiskusi panjang-lebar dengan kita semua seharian penuh di studio. Tanpa bantuan beliau, lagu ini tidak akan jadi seperti yang kita dengar sekarang ini karena begitu rumitnya lagu ini. Zeke bermain gitar setelah sebelumnya sempat mencoba beberapa gitar yang cocok untuk lagu ini, dari mulai fender mustang, rickenbacker sampai akhirnya menggunakan fender mustang dan akustik yang di-layer. Leo bermain gitar dan di take beberapa kali untuk mendapatkan kesan “full”. Yudi bermain bass dan Amir mengisi drum. Saya bermain gitar, cukup rumit karena saya juga mencoba beberapa setting seperti menggunakan 3 ampli sekaligus dan 3 delay, mencoba beberapa gitar dari Gibson hollow body, fender Stratocaster sampai akhirnya menggunakan fender telecaster dan hanya 2 ampli dan 1 delay. Memusingkan, apalagi ketika menggunakan delay, saya harus latihan agar tidak loose tempo di lagu ini. Pada bagian tengah, saya juga memasukkan Hammond untuk mendapatkan nuansa ketenangan dan sedikit gospel. Settingan draw-bar saya hampir mirip dengan first act gun, hanya saja saya memakai speaker leslie. Arrangement string dibuat dan ditulis oleh adik saya, rachman dan dia juga yang kordinasi player bahkan yang mengajak mas Addie. MS untuk membantu kita. Ending lagu ini adalah reverse gitar saya yang sebisa mungkin saya cocokkan untuk menjembatani sound gitar Leo dan string untuk mengakhiri lagu.
1.1 trillion woodcutters
another re-make song. Zeke bermain piano dan bernyanyi di lagu ini, juga bernyanyi dengan menggunakan toa. Leo bermain gitar dan juga feedback di bagian akhir lagu. Yudi bermain bass, Amir bermain drum. Zeke, Leo dan Yudi bernyanyi choir di lagu ini dan hasilnya sangat memuaskan, selain ketiga orang itu berkarakter suara bagus, choir ini memberikan kesan psychedelic vintage seperti lagu pink floyd. Hammond dimainkan oleh zeke dan menurut saya, sound Hammond di lagu ini sangat, sangat keren. Terdengar sangat analog dan kasar tanpa harus menggunakan efek distrosi. Saya bermain gitar, intro lagu ini diisi oleh saya dengan settingan fender telecaster -> tremolo -> reverse delay -> phaser -> reverb -> ampli fender tremolux. Pada bagian akhir, saya bermain sedikit solo gitar menggunakan fender mustang dan ampli mesa boogie studio caliber. Untuk live, saya juga harus memainkan Hammond di lagu ini..sangat merepotkan, hehehe.
Get a star and kill her
Ini adalah lagu yang mencerminkan zatpp, dark, gloomy, psychedelic with angst ridden vocals and don’t forget…lots and lots of layered sound effects. Zeke bernyanyi + piano + pianica. Leo bermain semua gitar, yudi bermain bass dan drum diisi oleh Leo yang hanya dibagian akhir lagu. Saya memainkan keyboard casio mainan anak-anak yang dengan ajaibnya bisa menyimpan sample. Saya lalu mengambil sample senar drum yang saya reverse di casio tsb, saya juga memainkan E-bow gitar dan juga Hammond organ pada bagian awal lagu. Bagian kedua lagu ini, vocal zeke masuk ke kaoss pad dan saya sample beberapa bagian dari bait untuk kemudian saya kasih delay, reverb dan saya reverse juga di bagian akhir lagu. Untuk live, saya juga memainkan semua instrument itu dan saya sample real time and on the spot vocal zeke tsb. Hasilnya…8 minutes of raw, ambience and glorious finale, meskipun saya masih ingin agar lagu ini menjadi lagu penutup di album, tetapi zeke berpikiran beda…oh well…
C song
Leo bernyanyi dan bermain gitar, juga mengisi drum di lagu ini. Leo mengisi banyak track gitar di lagu ini sampai 8 track, saya hanya menggunakan 2 track dan itupun sepertinya tidak terlalu signifikan tetapi tidak apa-apa. Zeke mengisi piano dan bernyanyi backing vocal, yudi mengisi bass. Indra Aziz kembali mengisi terompet di lagu ini. One of our catchy and easy listening song.
Subtext
Lucunya, lagu ini tadinya sangat mirip dengan lagu menu, tetapi entah gimana menjadi sangat jauh berbeda. Zeke bernyanyi + gitar dan mengisi beberapa sound sample casio di lagu ini dengan sangat indah. Leo bermain lead gitar dan juga backing vocal, yudi bermain bass juga backing vocal, Amir mengisi drum. Saya bermain rhythm gitar menggunakan akustik nylon, Columbia Rhodes piano di beberapa bagian, kaoss pad yang saya tambahkan reverb dengan space echo dan di take menggunakan microphone Shure SM-57 dan microphone condenser untuk mengambil sound ruangan studio. Kaoss pad dan space echo saya masukan ke ampli fender twin reverb yang lalu saya arahkan ke bagian agak kosong di ruang studio, di ujung ruang itu saya letakkan mic condenser. Kalau diperhatikan, suara ambience kaoss pad & space echo di lagu ini, juga akan terdengar suara kipas angin dan sedikit feedback dari space echo, membuat soundnya menjadi sangat, sangat “warm”.
History of frequency
Saya pernah menjelaskan teknis rekaman lagu ini di tulisan blog saya yang lalu, bisa dilihat di
http://misteriousart.multiply.com/journal/item/101/History_of_frequency
Dukung stasiun TV lokal
Aaahh, lagu lama yang akhirnya berhasil kita rekam setelah sering kali kita bawakan live dan beberapa orang sepertinya sudah hafal dengan lagu ini. Zeke bernyanyi dan memainkan Hammond di bagian kahir lagu ini. Leo bermain gitar dengan tremolo, yudi bermain bass, Amir mengisi drum. Keindahan harmonisasi vocal kembali diperlihatkan oleh ketiga vokalis zatpp yaitu zeke, leo & yudi dengan memasukkan choir dan mengingatkan kita kembali akan pink floyd era shine on you crazy diamond. Saya bermain akustik gitar untuk rhythm dan juga elektrik gitar. Untuk elektrik gitar, saya hanya memakai fender Stratocaster saya “Shirley” dan ampli fender bassman 135 tanpa efek sedikitpun. Memang, suara distorsi tabung tidak bisa ditandingi oleh apapun juga. Dibagian tengah lagu, saya memainkan space echo dengan hanya memutar feedback dan mengeluarkan suara pita asli dari space echo yang ternyata sudah ada isinya, terdengar seperti suara pesawat terbang yang mendarat. Bagian akhir lagu ini juga diisi oleh suara anak-anak kecil yang bersenandung meracau tetapi membuat lagu ini semakin “freaky”. Again, one of the best sound of Hammond organ.
I-novel
Sebenarnya, saya sempat mengisi xylophone dan microkorg dilagu ini yang membuat nuansanya seperti gemuruh badai tetapi ada sedikit nuansa kekanak-kanakan dengan xylophone, tetapi pada akhir mixing, semua sound di take out dan hanya diisi oleh vocal zeke, piano dan choir anak-anak kecil. Adik saya, rachman kembali meng-kordinir choir dan juga menulis score-nya. Saya lah yang secara iseng menganjurkan memakai choir lagu ini. Pada bagian tengah lagu, piano zeke dikasih efek distorsi sehingga semakin membuat kesan gelap dan angst ridden. The result…long and haunting with gospel influenced song.
I would like say Thank you to people who support us from the beginning and help us get through all difficult times. I would be very happy to answer all questions and our recording techniques are open for discussion…anytime,
As the saying goes “today’s music technology, whether it’s analog or digital are half science and half black magic…But it’s the black magic that counts!”
sincerely,
Iman Fattah