“After silence, that which comes nearest to expressing the inexpressible is music.”
- Aldous Huxley
28 Saturday Apr 2012
Posted in Uncategorized
“After silence, that which comes nearest to expressing the inexpressible is music.”
- Aldous Huxley
27 Wednesday Jul 2011
Posted in Uncategorized
Check this out, Wonderbra Opera Setan photos at Java Rockin’ Land by Wirantoko Adi.
28 Friday May 2010
Posted in musik, Uncategorized
Waktu itu, saya masih kecil.
Kira-kira SMP ketika saya pergi ke toko kaset untuk membeli kaset yang direkomendasi oleh ayah saya yaitu album “Appetite for Destruction” dari Guns N’ Roses. Media mendengar musik saya waktu itu adalah kaset dengan stereo tape analog yang menjadi satu dengan radio. Kira-kira harga kaset itu sekitar Rp. 1500 saja.
Saat itu, saya lihat almarhum kakek saya memakai sebuah komputer yang saat itu belum dimiliki oleh banyak orang, hanya orang tertentu saja yang sanggup membelinya. Komputer itu berlogo buah yang sedikit tergigit berwarna-warni dan nampaknya, almarhum saat itu cukup menguasai komputer tersebut.
Sekitar 10 tahun setelah itu, saya sedang jenuh. Ketika tiba sebuah ide untuk membongkar gudang dan mencari apapun yang bisa digunakan untuk menghilangkan kebosanan saya. Lalu saya menemukan kembali kaset yang saya beli sekitar 10 tahun lalu itu “Appetite for Destruction”. Serta merta, saya kemudian memutar kembali kaset itu dan kembali menikmatinya.
Disaat yang sama, mamah saya juga mempunyai sebuah komputer dengan logo berbeda dari buah tergigit itu, dan beliau sepertinya cukup menguasai benda tersebut meskipun harganya cukup mahal kala itu dan tidak semua orang sanggup membelinya.
Lalu sekitar 10 tahun kemudian, saya sudah mampu membeli komputer hasil jerih payah saya sendiri. Komputer dengan logo buah tergigit sedikit yang bisa dibilang mahal dan tidak semua orang sanggup membeli akhirnya berhasil saya miliki berkat perjuangan beberapa tahun menabung. Saat ini, saya sedang di depan komputer itu, lalu iseng browsing internet sambil memutar iTunes dan melakukan Shuffle songs agar iTunes ini bisa memutar musik secara random atau acak. Secara tak terduga, iTunes memutar satu lagu dari album Appetite for destruction dari Guns N’ Roses. Album yang sama yang saya beli 20 tahun lalu sampai sekarang masih terngiang ditelinga dan masih tetap memiliki kekuatan yang sama ketika saya dengarkan pertama kali 20 tahun lalu.
Bedanya kali ini, saya tidak perlu membeli kembali kasetnya, cukup membeli dari iTunes store seharga kira-kira $1 US atau bahkan kurang…bahkan saya sebetulnya bisa mendapatkannya secara gratis nan ilegal.
Dengan harga 1500 Rupiah modal saya membeli kaset itu 20 tahun lalu, ternyata masih berdampak hebat pada saya sampai sekarang dan saya yakin, berdampak sampai akhir hayat nanti.
Sedangkan saya mengeluarkan uang berjuta-juta untuk suatu barang berteknologi tinggi yang akan saya gunakan dan berdampak untuk saya sekitar 3 – 4 tahun saja.
People spent millions for gadgets that last about 3-4 years and spent only 99 cents for a song that will last for a lifetime.
-Iman Fattah-
26 Wednesday May 2010
Posted in Uncategorized
Kerja sambilan memang mengasyikan.
Melakukan pekerjaan di sela-sela kesibukan membuat kita menjadi orang yang sangat sibuk. Kadang kala, kesibukan itu membuat kita menjadi tidak fokus pada apa yang kita kerjakan karena kita melakukan sambilan, sambil bekerja melakukan kerjaan lain.
Apa hal trendy yang kita lakukan sekarang ini ketika bekerja di depan komputer?
Mendengar musik.
Mendengar musik adalah pekerjaan sambilan untuk menemani kita bekerja.
Artinya, mendengar musik menjadi prioritas ke 9 dari 8 prioritas lain yang kita harus kerjakan.
Tentu kita tidak dapat mengalihkan pandangan mata kita dari Photoshop dan indahnya design Macbook Pro Unibody,
kita juga terpaksa tidak boleh mengalihkan pandangan mata kita dari Microsoft Excel dan kejamnya ratusan ribu virus Windows,
Hal-hal tersebut diatas merubah kebiasaan kita jaman dulu ketika kita pulang kerumah setelah dari toko kaset/CD dan membuka bungkusan kaset/CD untuk kita dengarkan sendiri sambil memejamkan mata dan menikmati musiknya…
…aaaahhh, those good old days…
14 Friday May 2010
Posted in Uncategorized
Tags
“Just living is not enough. One must have sunshine, freedom, and a little flower.”
-Hans Christian Andersen-
29 Friday Jan 2010
Posted in Uncategorized
Tags
See my latest blog here : www.imanfattah.com
27 Wednesday Jan 2010
Posted in Uncategorized
>Ask me anything http://formspring.me/Imanfattah
16 Wednesday Dec 2009
Posted in Uncategorized
16 Wednesday Dec 2009
Posted in Uncategorized
Tags
08 Tuesday Dec 2009
Posted in Uncategorized
Tags
“A transducer is a device, usually electrical, electronic, or electro-mechanical, that converts one type of energy to another for the purpose of measurement or information transfer. Most transducers are either sensors or actuators. In a broader sense, a transducer is sometimes defined as any device that senses or converts a signal from one form to another.”
mungkin kita bertanya, “transducer itu fungsinya apa?”
Transducer itu berfungsi untuk merubah suatu bentuk energy ke bentuk energy lain. Sehari-hari, kita memerlukan transducer untuk hidup. Contoh paling mudah adalah lampu. Listrik dari PLN dirubah dari bentuk energy listrik menjadi energy cahaya dan yang berjasa melakukan itu adalah transducer. Disini, transducer itu adalah lampu.
berikut ini adalah bermacam2 transducer :
Electroacoustic:
Gramophone pick-up
Hydrophone – converts changes in water pressure into an electrical form
Loudspeaker, earphone – converts changes in electrical signals into acoustic form
Microphone – converts changes in air pressure into an electrical signal
Piezoelectric crystal – converts pressure changes into electrical form
Tactile transducer
Electromagnetic:
Cathode ray tube (CRT) – converts electrical signals into visual form
Fluorescent lamp, light bulb – converts electrical power into visible light
Magnetic cartridge – converts motion into electrical form
Photocell or light-dependent resistor (LDR) – converts changes in light levels into resistance changes
Tape head – converts changing magnetic fields into electrical form
Hall effect sensor – converts a magnetic field level into electrical form
(*taken from wikipedia.org)
…Dan masih banyak lagi jenis2 transducer. Kita harus berterima kasih kepada thomas alva edison yang berjasa membuat si transducer ini menjadi terkenal ke seluruh dunia & menjadi kebutuhan primer kita. TAPI, kita jangan lupa juga kalau dia hanya merubah suatu bentuk energy ke bentuk lain dari energy yang sudah ada.
Mungkinkah Transducer tersebut bisa merubah perasaan manusia dari sedih menjadi senang? galau jadi bahagia? miskin jadi kaya? orang jahat jadi orang baik?
